MAAF TIDAK MENGGUNAKAN GAMBAR PORNO! SEBAB SAYA TAKUT BLOG SAYA KEMUNCRATAN SEBELUM ANDA DOWNLOAD :D PISS GAN...

2013/01/11

Pergaulan bebas-ABG

Pergaulan masakini- disekitar kita banyak sekali kita temukan sekelompok orang yang mungkin prilakunya sangat tidak terpuji, siapa yang bisa disalahkan atas semua hal ini??
tuhan?? orang tua?? negara??

yang jelas semua itu tergantung dari diri kita masing masing, bagaimana kita bergaul dan menjaga jarak dengan orang yang belum kita kenal dengan baik.

tidak jarang kita melihat perkelahian terjadi antar remaja, yang tidak jelas sebabnya. bahkan peerkelahian dapat berubah menjadi permusuhan bahkan tawuran. bila ditanakan kepada mereka tentang apa yang menyebapkan mereka berbuat kekerasan sesama remaja, dan apa masalahnya sehingga peristiwa yang memalukan tersebut terjadi, banyak yang menjawab bahwa mereka tidak sadar mengapa mereka secepat itu                                       menjadi amarah dan ikut berkelahi.

berapa banyak orang tua yang kebingungan menghadapi anak -anaknya yang berangkat menuju dewasa itu, sehingga mengambil cara dengan mendiamkan anak-anaknya. banyak orang tua yang tidak tahu apa yang harus diperbuat. tidak sedikit orang tua yang tidak mengerti mengapa anaknya yang dulu baik itu,  manis dan patuh, sekarang menjadi pemberang dan suka memberontak.


Pergaulan bebas sering dikonotasikan dengan sesuatu yang negatif seperti seks bebas, narkoba, kehidupan malam, dan lain-lain. Memang istilah ini diadaptasi dari budaya barat dimana orang bebas untuk melakukan hal-hal diatas tanpa takut menyalahi norma-norma yang ada dalam masyarakat. Berbeda dengan budaya timur yang menganggap semua itu adalah hal tabu sehingga sering kali kita mendengar ungkapan “jauhi pergaulan bebas”.

Sebenarnya makna pergaulan bebas tidak sebatas itu. Saya jadi ingat sewaktu masih kecil, sekitar umur 12 tahun. Pada suatu malam kami sekeluarga makan diluar. Kebetulan di restoran itu ada satu keluarga ekspatriat yang juga ingin bermakan malam bersama. Pada waktu itu saya baru mengenal bahasa inggris. Saya mendengar dengan cermat percakapan yang sedang berlangsung di meja para ekspatriat tersebut. Salah satu dari mereka masih seumuran saya dan dia memanggil ayahnya dengan kata “you“. “Loh, bukankah you itu artinya kau atau kamu atau anda. Koq sangat tidak sopan betul anak ini?”, begitu pikir saya saat itu.

Saya langsung menanyakan hal ini kepada ayah saya. Dan katanya orang bule memang begitu, menyebut lawan bicara kalau tidak pake “you” ya pake nama. Setelah beranjak dewasa dan sering menonton film-film barat, saya juga sering memperhatikan di film-film itu ada percakapan antara anak-anak dan orang dewasa dengan kasus yang sama. Kadang-kadang stasiun televisi sampai mengganti kata “you” dengan kata “ayah” misalnya, atau “paman” untuk menyesuaikan dengan budaya kita.

Kasus diatas merupakan salah satu bentuk dari pergaulan bebas dimana usia bukanlah menjadi pembatas. Seperti pada film “Pay It Forward”, Trevor (Haley Joel Osment) memanggil gurunya Mr. Simonet (Kevin Spacey). Tapi di luar jam sekolah dia memanggilnya Eugene. Menurut saya ini adalah sesuatu yang positif untuk membangun hubungan yang akrab dan baik. Tanpa adanya batasan usia sehingga yang muda tidak sungkan dengan yang lebih tua dan yang tua tidak perlu jaim dengan yang muda.

Posted in ArTikeL



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar